Kamis, 08 Mei 2014

Bertemu Kuntilanak

Assalamualaikum Wr. Wb. Pasti semuanya udah pada tau atau setidaknya denger tentang Kuntilanak kan ?. kali ini gw mau nulis tentang Kuntilanak. Kuntilanak adalah hantu yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama puntianak merupakan singkatan dari “Perempuan Mati Beranak”.
                Mitos hantu kuntilanak sejak dahulu juga telah menjadi mitos yang umum di Malaysia setelah di bawah oleh imigran-imigram asal nusantara. Konon katanya juga kota Pontianak sendiri mendapat namanya dari Abdurrahman Al-kadrie karena saat beliau akan menentukan tempat pendirian istana, dia sempat diganggu oleh Kuntilanak.
                Kuntilanak sendiri digambarkan sebagai wanita cantik berambut panjang dan berbaju panjang warna putih. Dalam cerita rakyat melayu, sosok kunti digambarkan dalam bentuk wanita yang punggungnya berlubang.
                Berbagai macam cerita kuntilanak sering gw denger dari masyarakat dikampung gw. Bahkan ayahnya teman gw mengaku pernah berjumpa dengan kuntilanak yang tinggal dibambu-bambu. Ceritanya saat itu dia lagi mau pulang kekampung, setelah seharian berkerja dikebun. Kurang lebih jam 10 malam baru dia kekampung yang jaraknya lumayan jauh apalagi tanpa penerang sama sekali. Dia hanya mengandalkan cahaya bulan. Waktu itu dia lewat sungai yang kedalamannya hanya sebatas lutut. Di dekat sungai itu banyak terdapat pohon bambu. Entah karena dingin atau apa seketika bulu kuduknya berdiri. Perasaannya sudah tidak enak  ingin cepat-cepat sampai diseberang sungai.
                Waktu seakan berjalan sangat lambat. Perasaan takutnya makin bertambah ketika dengan tidak sengaja dia menoleh kearah bambu yang jaraknya cukup dekat darinya. Dan… astagfirullahalazim !!! sesosok perempuan berbaju putih sedang berdiri sedang mengamatinya. Jantungnya seakan mau copot. Dia seketika berlari diiringi suara tawa kuntilanak yang makin memaju laju larinya.
Akhirnya setelah dia lari terbirit-birit cukup lama dia sampai di sungai terakhir sebelum sampai dikampung. Dia cepat-cepat menyeberang sungai dan masih tetap berlari sampai dirumahnya.
Cerita ini udah lama gw denger. Kira-kira 10 tahun yang lalu tapi baru sekarang bisa ngesharenya.

Wasslamualaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar